Rabu, 29 Mei 2013
Perilaku Remaja
Biasanya, remaja dikatakan dimulai ketika anak menginjak umur tiga belas tahun. Namun, ini hanya sebuah parameter yang ditetapkan oleh manusia dan fisik serta perubahan perilaku dapat dimulai dari usia 10 atau 11 dan kadang-kadang bahkan jauh sebelum itu. Banyak orang tua telah mengatakan bahwa anak-anak mereka atau putri sudah mulai bertingkah seperti remaja pada usia 11 itu sendiri. Meskipun ini adalah masalah perhatian orang tua, ini sebenarnya cukup normal. Meskipun kebanyakan orang mengasosiasikan remaja dengan pemberontakan, ini bukan gejala umum dari remaja. Tidak semua remaja menjadi pemberontak, tetapi mungkin menunjukkan tanda-tanda tertentu ketika orang tua mereka menolak apa yang mereka inginkan. Namun, salah satu hal yang paling umum yang terlihat di semua remaja adalah kebutuhan untuk kemerdekaan. Mereka melihat pertanyaan-pertanyaan orang tua mereka tentang apa yang mereka lakukan, di mana mereka akan pergi, yang teman-teman mereka, dan lain-lain sebagai halangan untuk privasi mereka. Lain orang tua mungkin amati pada anak-anak mereka lampiran meningkat menjadi kelompok sebaya mereka. Anak yang tidak akan meninggalkan sisi orang tua, hanya beberapa tahun lalu, menjadi menyendiri dan lebih dekat dengan teman-temannya. Mereka juga mungkin siap untuk melakukan apa saja hanya untuk menyenangkan teman-teman mereka dan menjadi bagian dari kelompok. Ini adalah beberapa perubahan perilaku yang terlihat pada masa remaja dan dapat ditangani dengan dukungan yang tepat dan perawatan dari sisi orang tua. Namun, ada beberapa masalah serius atau masalah perilaku yang serius pada masa remaja bahwa orang tua mungkin harus berurusan dengan. Baca tentang psikologi remaja dan pembangunan.
Perkembangan Psikologi Remaja
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan
topan”, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari
perubahan fisik dan kelenjar. Ciri perkembangan psikologis remaja adalah
adanya emosi yang meledak-ledak, sulit dikendalikan, cepat depresi
(sedih, putus asa) dan kemudian melawan dan memberontak. Emosi tidak
terkendali ini disebabkan oleh konflik peran yang senang dialami remaja.
Oleh karena itu, perkembangan psikologis ini ditekankan pada keadaan
emosi remaja.
Keadaan emosi pada masa remaja masih labil karena erat dengan keadaan hormon. Suatu saat remaja dapat sedih sekali, dilain waktu dapat marah sekali. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri sendiri daripada pikiran yang realistis. Kestabilan emosi remaja dikarenakan tuntutan orang tua dan masyarakat yang akhirnya mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan situasi dirinnya yang baru. Hal tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Hurlock (1990), yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosial remaja. Bertambahnya ketegangan emosional yang disebabkan remaja harus membuat penyesuaian terhadap harapan masyarakat yang berlainan dengan dirinya.
Menurut Mappiare (dalam Hurlock, 1990) remaja mulai bersikap kritis dan tidak mau begitu saja menerima pendapat dan perintah orang lain, remaja menanyakan alasan mengapa sesuatu perintah dianjurkan atau dilarag, remaja tidak mudah diyakinkan tanpa jalan pemikiran yang logis. Dengan perkembangan psikologis pada remaja, terjadi kekuatan mental, peningkatan kemampuan daya fikir, kemampuan mengingat dan memahami, serta terjadi peningkatan keberanian dalam mengemukakan pendapat.
Keadaan emosi pada masa remaja masih labil karena erat dengan keadaan hormon. Suatu saat remaja dapat sedih sekali, dilain waktu dapat marah sekali. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri sendiri daripada pikiran yang realistis. Kestabilan emosi remaja dikarenakan tuntutan orang tua dan masyarakat yang akhirnya mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan situasi dirinnya yang baru. Hal tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Hurlock (1990), yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosial remaja. Bertambahnya ketegangan emosional yang disebabkan remaja harus membuat penyesuaian terhadap harapan masyarakat yang berlainan dengan dirinya.
Menurut Mappiare (dalam Hurlock, 1990) remaja mulai bersikap kritis dan tidak mau begitu saja menerima pendapat dan perintah orang lain, remaja menanyakan alasan mengapa sesuatu perintah dianjurkan atau dilarag, remaja tidak mudah diyakinkan tanpa jalan pemikiran yang logis. Dengan perkembangan psikologis pada remaja, terjadi kekuatan mental, peningkatan kemampuan daya fikir, kemampuan mengingat dan memahami, serta terjadi peningkatan keberanian dalam mengemukakan pendapat.
Langganan:
Komentar (Atom)
Kasus 1
Dudi adalah seorang pria berumur 17 tahun. Tinggal di Jakarta, mempunyai orangtua pegawai negeri dan masih duduk di kelas II SMA. Dudi akhir-akhir ini membuat orang tuanya berada dalam kesulitan karena ia sudah dua minggu membolos sekolah dan mengancam tidak akan masuk sekolah lagi juka orangtuanya tidak membelikannya mobil. Alasan Dudi, ia malu ke sekolah karea semua kawannya membawa mobil sendiri ke sekolah.
Entri Populer
-
Pada tahun 1974, WHO memberikan defenisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. Dalam definisi tersebut dikemukakan 3 kriteria yaitu...
-
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan topan”, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari...
-
Biasanya, remaja dikatakan dimulai ketika anak menginjak umur tiga belas tahun. Namun, ini hanya sebuah parameter yang ditetapkan oleh ma...